
UIN Jurai Siwo Lampung menjadi salah satu perguruan tinggi yang mendapat kesempatan langsung untuk menerima sosialisasi Program Bantuan Riset Kolaboratif MoRA The Air Fund 2025, hasil kerja sama antara Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini kembali dibuka untuk pendaftaran mulai 13 Oktober 2025, setelah resmi diluncurkan beberapa waktu lalu. Sosialisasi tersebut bertujuan memperluas pemahaman dan akses informasi bagi sivitas akademika terkait peluang riset kolaboratif yang ditawarkan.

Kegiatan berlangsung pada Sabtu (18/10/2025) dengan menghadirkan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kemenag RI, Ruchman Basori. Acara diselenggarakan secara blended, yakni tatap muka di Ruang Syaifudin Zuhri, Gedung Rektorat dan daring melalui Zoom Meeting, sehingga dapat diikuti secara luas oleh dosen dan peneliti UIN Jurai Siwo Lampung.
Dalam penyampaiannya, Ruchman Basori memaparkan berbagai bentuk dukungan serta mekanisme bantuan riset kolaboratif yang tersedia dalam program MoRA The Air Fund 2025. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Kemenag dan LPDP dalam memperkuat riset, inovasi, serta kerja sama akademik antara perguruan tinggi keagamaan dengan lembaga riset baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kehadiran narasumber disambut hangat oleh Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Ida Umami, bersama jajaran pimpinan universitas, meliputi para wakil rektor, ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), serta para dekan fakultas. Dalam sambutannya, Prof. Ida menyampaikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu riset di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung.
Sesi sosialisasi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta, baik yang hadir secara langsung maupun melalui ruang virtual. Prof. Ida menilai semangat tersebut menjadi sinyal positif bagi penguatan budaya riset di kampus.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para dosen dan peneliti semakin terdorong untuk ikut berpartisipasi dalam program MoRA The Air Fund 2025, sehingga dapat melahirkan karya riset yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Prof. Ida.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta yang hadir di ruang Syaifudin Zuhri.





