Gaungkan Kampus Aman, UIN Jurai Siwo Lampung Perkuat Upaya Cegah Kekerasan Seksual

Dalam momentum peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP), UIN Jurai Siwo Lampung melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penyuluhan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual yang melibatkan seluruh elemen sivitas akademika.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari strategi kampus dalam menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai bahaya kekerasan seksual serta pentingnya membangun budaya akademik yang berperspektif gender dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Melalui penyuluhan ini, mahasiswa didorong untuk memahami peran aktif mereka dalam mencegah sekaligus menangani berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan tinggi.

Penyuluhan dilaksanakan pada Kamis, 11 Desember 2025, bertempat di Gedung GAC Kampus II UIN Jurai Siwo Lampung, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Forum ini dirancang sebagai ruang edukatif dan dialogis yang membahas secara mendalam mekanisme pencegahan, penanganan, serta prosedur pelaporan kekerasan seksual di lingkungan kampus, guna memastikan terciptanya ruang belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh mahasiswa.

Sejumlah narasumber berkompeten turut hadir untuk memperkaya diskusi, di antaranya Bdn. Diah Meirawati, STr.Keb., SKM., M.Kes dari Dinas PPPAPPKB, Dr. Elfa Murdiana, M.Hum selaku Ketua ULT PPKS UIN Jurai Siwo Lampung, serta Dr. Zusy Aryanti, M.A., Psikolog UIN Jurai Siwo Lampung. Kegiatan ini dipandu oleh Ketua PSGA UIN Jurai Siwo Lampung, Siti Mustaghfiroh, M.Phil.

Para narasumber mengulas berbagai isu krusial, mulai dari faktor pemicu kekerasan seksual, pendekatan penanganan korban yang berperspektif korban, hingga strategi pencegahan yang dapat diterapkan secara konkret di lingkungan perguruan tinggi. Materi yang disampaikan diharapkan mampu membekali peserta dengan pemahaman praktis dan kesadaran kritis untuk membangun lingkungan kampus yang lebih aman dan beretika.

Kegiatan ini mengundang partisipasi aktif seluruh organisasi kemahasiswaan, baik di tingkat program studi, fakultas, maupun universitas, termasuk HMPS, SEMA, DEMA Fakultas, serta berbagai UKM dan UKK. Keterlibatan mahasiswa menjadi kunci dalam memperkuat gerakan bersama melawan kekerasan seksual dan menumbuhkan budaya saling menghormati di lingkungan kampus.

Melalui penyuluhan ini, UIN Jurai Siwo Lampung kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap isu kekerasan seksual serta berkomitmen memberikan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh warganya. Sinergi antara kampus dan mahasiswa diharapkan mampu mendorong upaya pencegahan kekerasan seksual yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat nilai keadilan dan kemanusiaan dalam kehidupan akademik.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
On Key

Related Posts

Pancasila di Tengah Tantangan Zaman Digital

Tanggal 1 Juni kembali mengingatkan bangsa Indonesia pada lahirnya Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman hidup bersama. Di tengah perubahan dunia yang begitu cepat, nilai-nilai