PUSAT STUDI MODERASI BERAGAMA UIN JUSILA GELAR PELATIHAN KADER MODERASI

Pusat Studi Moderasi Beragama dan Sosial Budaya kembali meneguhkan peranannya dalam menanamkan semangat toleransi dengan menyelenggarakan Pelatihan Kader Moderasi Beragama pada Rabu (3/9). Kegiatan bertema “Merajut Kebersamaan, Merawat Indonesia: Moderasi Beragama untuk Generasi Muda” ini berlangsung di Perpustakaan Lantai 1 Kampus 2 UIN Jurai Siwo Lampung, dan diikuti oleh puluhan mahasiswa S1 maupun S2 dari beragam jurusan.

Acara dimulai dengan khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ikhwan Nurkholil dan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh Luthfi Nafisah. Suasana semakin bermakna dengan sambutan dari dua tokoh kampus. Dr. Abdul Mujib, M.Pd.I., Kepala Pusat Studi Moderasi Beragama dan Sosial Budaya, menegaskan bahwa moderasi beragama harus diwujudkan dalam praktik nyata demi menjaga kerukunan. Ia mengingatkan peran strategis generasi muda sebagai agen perdamaian di tengah masyarakat. Hal senada disampaikan Dr. Nurkholis, M.Pd., Ketua LPPM, yang menilai kegiatan ini sebagai upaya konkret menanamkan nasionalisme sejak dini agar generasi muda tidak mudah terprovokasi isu-isu pemecah belah.

Sesi materi diisi oleh Siti Mustaghfiroh, M.Phil., Kepala Pusat Studi Gender dan Anak, yang menjelaskan konsep moderasi beragama sebagai sikap adil, seimbang, serta menghargai perbedaan. Ia menekankan bahwa moderasi berarti mampu berada di tengah tanpa condong ke ekstrem kanan maupun kiri. Sementara itu, Dr. Abdul Mujib, M.Pd.I. dalam paparannya tentang “Sketsa Kehidupan Beragama di Indonesia” menyoroti pluralitas bangsa yang harus dirawat dengan kearifan lokal. Menurutnya, sejarah Indonesia adalah sejarah kebersamaan; jika keberagaman dijaga, persatuan bangsa akan kokoh, namun jika diabaikan, potensi konflik mudah muncul.

Diskusi yang dipandu oleh Annisa Ubaidillah berlangsung interaktif. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari persoalan intoleransi di kampus hingga peran media sosial dalam membentuk persepsi publik mengenai keberagaman. Antusiasme peserta menandakan pentingnya forum semacam ini bagi generasi muda.

Kegiatan yang berakhir pukul 12.00 WIB tersebut tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga menumbuhkan semangat kebangsaan dan optimisme. Para peserta berharap agenda ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Menurut panitia, pelatihan ini merupakan bagian dari strategi kampus dalam membentuk generasi muda yang inklusif, adil, toleran, serta siap menjadi garda terdepan dalam merawat kebinekaan Indonesia.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Most Popular

Categories

On Key

Related Posts