Semarang, 28 Oktober 2025 — Dalam upaya menggali inspirasi dan memperkuat inovasi dalam tata kelola penelitian, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Jurai Siwo Lampung melaksanakan kegiatan benchmarking ke LPPM UIN Walisongo Semarang.
Kegiatan ini diterima langsung oleh Sekretaris LPPM UIN Walisongo, Bapak Johan Arifin, yang memimpin jalannya pertemuan. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, serta Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo.

Dalam sambutannya, Sekretaris LPPM UIN Walisongo memperkenalkan para kepala pusat yang berada di bawah koordinasi LPPM, sekaligus memaparkan berbagai strategi dan inovasi lembaga dalam mengelola program penelitian, pengabdian, dan penerbitan ilmiah.
Sementara itu, Ketua LPPM UIN Jurai Siwo Lampung, Dr. Nurkholis, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk belajar langsung dan menggali inspirasi dari praktik baik yang telah dijalankan oleh LPPM UIN Walisongo.
“Kami ingin menyerap pengalaman dan strategi pengelolaan LPPM yang efektif serta inovatif, agar bisa kami adaptasi di UIN Jurai Siwo Lampung,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Nurkholis juga memperkenalkan tim LPPM yang hadir, terdiri atas enam kepala pusat, yakni Pusat Penelitian, Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Pusat Publikasi, Pusat Studi Gender dan Anak, Pusat Jaminan Produk Halal, serta Pusat Studi Moderasi Beragama dan Sosial Budaya, bersama para pengelola jurnal dan staf pendukung.
Selanjutnya, Kepala Pusat Penelitian LPPM UIN Walisongo memaparkan berbagai program riset unggulan yang dilaksanakan pada tahun 2025. Beberapa klaster utama meliputi Penelitian Pembinaan, Pengembangan Prodi, Interdisipliner, PSGA, dan Moderasi Beragama. Ia juga menjelaskan bahwa LPPM memberikan penghargaan khusus bagi dosen yang berhasil menerbitkan artikel di jurnal nasional terakreditasi Sinta 2 maupun jurnal internasional bereputasi.
Dari sisi sistem, seluruh pengelolaan penelitian telah diintegrasikan melalui platform Litapdimas, baik untuk klaster LPPM maupun penelitian fakultas. Tahun ini, LPPM UIN Walisongo juga memperluas klaster penelitian di setiap fakultas, dengan pengelolaan anggaran oleh fakultas namun sistem administrasi tetap melalui LPPM.
Selain fokus pada penelitian, LPPM UIN Walisongo juga mengembangkan berbagai inovasi di bidang pengabdian kepada masyarakat dan publikasi ilmiah. Salah satunya melalui Rumah Moderasi Beragama, yang menjadi wadah penguatan nilai-nilai moderasi di lingkungan kampus.
Menariknya, LPPM UIN Walisongo juga memiliki anggaran diskusi dari BLU yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pengembangan kapasitas akademik seperti seminar, workshop, dan pendampingan riset, sehingga dosen dan peneliti memiliki ruang kolaborasi yang lebih luas.
Kegiatan benchmarking ini berlangsung dalam suasana hangat, inspiratif, dan penuh antusiasme, ditutup dengan pertukaran cenderamata dan sesi foto bersama antara kedua lembaga.

Melalui kegiatan ini, LPPM UIN Jurai Siwo Lampung berharap dapat membawa pulang banyak inspirasi dan inovasi baru yang dapat diterapkan dalam penguatan tata kelola riset dan pengabdian di kampusnya. Sinergi antar-LPPM ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju peningkatan kualitas riset dan pengabdian di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.




