
Lampung Selatan, 1 September 2026 — Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode II Tahun 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung resmi berakhir. Penarikan mahasiswa KKN dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026, bertempat di Halaman Kantor Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.
Kegiatan penarikan tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa UIN Jurai Siwo Lampung di wilayah Kecamatan Natar. Setelah melaksanakan berbagai kegiatan bersama masyarakat, mahasiswa secara resmi ditarik kembali ke kampus untuk melanjutkan tahapan pendidikan dan menyelesaikan studi.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Dedi Irwansyah, M.Hum., mengingatkan mahasiswa bahwa berakhirnya KKN bukan berarti berakhir pula perjuangan mereka sebagai mahasiswa. Setelah kembali ke kampus, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan proses akademik, terutama menyelesaikan tugas akhir.
“Tinggal skripsi, tapi jangan ditinggal. Dikerjakan,” pesan Prof. Dedi kepada mahasiswa.
Pesan tersebut menjadi pengingat agar mahasiswa tidak larut dalam aktivitas setelah KKN, tetapi segera kembali fokus menyelesaikan skripsi sebagai tahapan penting menuju kelulusan dan wisuda.

Prof. Dedi juga mendorong mahasiswa agar berbagai pengalaman yang diperoleh selama KKN tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi. Interaksi dengan masyarakat, berbagai persoalan yang ditemukan, serta pengalaman dalam menjalankan program di desa diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam kehidupan akademik maupun sosial setelah menyelesaikan pendidikan.
Camat Natar: Bawa Pulang Ilmu dari Desa, Berikan yang Terbaik untuk Orang Tua
Setelah sambutan Wakil Rektor I, Camat Natar Eko Irawan, S.STP., M.M., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada UIN Jurai Siwo Lampung yang telah melaksanakan KKN di wilayah Kecamatan Natar.
Camat Natar berharap kehadiran mahasiswa selama KKN tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga memberikan pengalaman dan pembelajaran yang dapat dibawa mahasiswa kembali ke kampus.

Ia berpesan agar berbagai ilmu dan temuan yang diperoleh selama berada di desa dapat dikomunikasikan dan dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas.
“Ilmu yang diterapkan, pulang ke kampus. Kalau menemukan hal-hal baru, komunikasikan sehingga bisa diterapkan di desa lain,” pesannya.
Menurutnya, KKN memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara langsung dari masyarakat. Berbagai persoalan, potensi, maupun pengalaman yang ditemukan di lapangan dapat menjadi bahan pembelajaran untuk dikembangkan lebih lanjut.
Tidak hanya berbicara mengenai pengalaman KKN, Camat Natar juga menyampaikan pesan yang menyentuh kepada mahasiswa mengenai arti penting pendidikan bagi orang tua.
“Pendidikan untuk adik-adik, ijazahnya untuk orang tua,” ungkapnya.
Ia mengingatkan mahasiswa untuk tidak menunda kesempatan memberikan yang terbaik kepada orang tua, karena tidak seorang pun mengetahui sampai kapan orang tua akan selalu mendampingi perjalanan hidup mereka.
“Kita tidak tahu usia dan umur orang tua sampai kapan. Berikan yang terbaik untuk orang tua,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi refleksi bagi mahasiswa bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga dapat menjadi bentuk penghargaan dan kebanggaan bagi orang tua yang telah memberikan dukungan selama menempuh pendidikan.

Natar Terbuka untuk KKN UIN Jurai Siwo Lampung
Di akhir sambutannya, Camat Natar menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan KKN UIN Jurai Siwo Lampung. Ia juga membuka peluang bagi Kecamatan Natar untuk kembali menjadi lokasi pelaksanaan KKN pada masa mendatang.
“Kami berkenan KKN kembali ke Kecamatan Natar. Kami terbuka untuk hal tersebut,” ujarnya.
Penarikan mahasiswa KKN Reguler Periode II Tahun 2026 menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa di Kecamatan Natar. Namun, berakhirnya KKN bukanlah akhir dari proses pembelajaran. Pengalaman yang diperoleh di tengah masyarakat diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk kembali ke kampus, menyelesaikan studi, dan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
KKN boleh berakhir, tetapi perjuangan untuk menyelesaikan pendidikan dan memberikan yang terbaik bagi orang tua serta masyarakat harus terus berlanjut.


